MAKALAH
PENCEMARAN
SAMPAH DI LINGKUNGAN SEKITAR
Oleh : Dian Budiyanto
Npm : (52213359)
Kelas : 1DF04
Tugas : Ilmu
Alamiah Dasar
Dosen : Ir. Sri Wulan Windu Ratih
Dosen : Ir. Sri Wulan Windu Ratih
FAKULTAS
EKONOMI & BISNIS
MANAJEMEN
KEUANGAN
UNIVERSITAS
GUNADARMA
DEPOK
2013
KATA
PENGANTAR
Puji syukur marilah kita panjatkan
kehadirat Allah S.W.T., karena berkat rahmat dan karunia-Nya, tugas karya
ilmiah ini dapat diselesaikan dengan baik yang berjudul “Pencemaran Sampah di
Lingkungan Sekitar”.
Tugas karya ilmiah ini saya buat dengan
tujuan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah ilmu alamiah dasar. Dengan adanya
tugas ini, saya berharap semoga tugas karya ilmiah ini dapat memberikan
kesadaran bagi generasi muda bahwa sampah yang ada di lingkungan sekitar akan
berdampak besar jika tidak ditanggulangi sejak dini dan dapat memberikan
informasi bagi semua yang membaca, khususnya bagi mahasiswa dan mahasiswi
Universitas Gunadarma.
Saya mengharapkan kritik dan saran yang
dapat membangun saya agar lebih semangat
lagi dalam mengerjakan tugas ke depannya. Terima Kasih.
Depok, Desember 2013
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR i
DAFTAR
ISI ii
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
BAB
II TINJAUAN PUSTAKA
A. Teori
1. Pengertian Sampah
2. Dampak Sampah bagi Manusia dan
Kehidupan
3. Bahaya Sampah bagi Manusia dan
Lingkungan
4. Usaha Pengendalian Sampah
BAB
III METEDOLOGI PENELITIAN
BAB
IV PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
C. Gambar-gambar Penelitian
BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Salah
satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini
masih menjadi PR besar bagi bangsa Indonesia adalah faktor pembuangan sampah.
Sampah telah menjadi sesuatu yang dianggap negatif bagi manusia. Manusia memang
dianugerahi Panca Indera yang membantunya mendeteksi berbagai hal yang dapat mengancam hidupnya.
Namun di jaman yang telah modern ini, muncul berbagai macam ancaman dari sampah
yang dapat mengganggu kelangsungan hidup manusia dan lingkungan sekitarnya.
Sifat sampah yang mudah sekali
menimbulkan bau busuk, menjadikan lingkungan tidak lagi nyaman dan tidak tarasa
bersih. Selain bau busuk yang ditimbulkan, sampah juga dapat menimbulkan
berbagai macam penyakit jika tidak ditanggulangi.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, maka
rumusan masalah pada penelitian ini adalah :
1.
Apa yang dimaksud dengan sampah ?
2.
Darimana saja sampah itu berasal ?
3.
Apa saja bagian-bagian sampah ?
4.
Bagaimana dampak sampah bagi kehidupan ?
5.
Bagaimana cara menanggulangi sampah ?
C. TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan
rumusan masalah diatas, Tujuan dari penelitian ini ditujukan untuk :
1. Mengetahui
apa yang dimaksud dengan sampah.
2.
Mengetahui darimana saja sampah itu berasal.
3.
Mengetahui bagian-bagian dari sampah.
4.
Mengetahui dampak sampah bagi kehidupan.
5.
Mengetahui cara untuk menanggulangi sampah.
C. MANFAAT PENELITIAN
Dengan adanya penelitian ini, diharapkan
akan memberikan manfaat, yaitu :
Dapat
mengetahui keseluruhan tentang sampah, mulai dari pengertiannya sampai dengan
cara mengatasi atau menanggulangi sampah disekitar lingkungan masyarakat.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
A. TEORI
1. Pengertian Sampah
Sampah adalah sesuatu yang tidak
mempunyai nilai atau tidak berharga lagi dalam hal penggunaan. Sedangkan
pengertian sampah yang lainnya adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang
dari sumber aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memilki nilai
ekonomis. Berdasarkan pengertian tersebut, sampah dapat didefinisikan sebagai
bahan sisa dari kehidupan sehari-hari manusia.
2. Sumber Sampah
Terdapat beberapa sumber sampah yang harus dikelola,
meliputi sampah yang dihasilkan dari:
1. Rumah tangga
2. Kegiatan komersial: pusat
perdagangan, pasar, pertokoan, hotel, restoran, tempat
hiburan, pabrik.
3. Tahanan/penjara, rumah sakit,
klinik, puskesmas.
4. Fasilitas umum: terminal, stasiun,
pelabuhan, bandara, halte kendaraan umum, taman, jalan.
5. Industri.
6. Hasil pembersihan saluran terbuka
umum: sungai, danau, pantai.
3. Bagian-bagian dari sampah
Ø Sampah
Organik
Sampah organik
(biasa disebut sampah
basah) dan sampah
anorganik (sampah kering). Sampah Organik
terdiri dari bahan - bahan
penyusun tumbuhan dan
hewan yang diambil
dari alam atau
dihasilkan dari kegiatan
pertanian, perikanan atau
yang lain.
Sampah ini dengan
mudah diuraikan dalam
proses alami. Sampah
rumah tangga sebagian
besar merupakan bahan
organik, misalnya sampah
dari dapur, sisa
tepung, sayuran dll.
Ø Sampah
Anorganik
Sampah Anorganik
berasal dari sumber
daya alam tak
terbarui seperti mineral
dan minyak bumi,
atau dari proses
industri. Beberapa dari
bahan ini tidak
terdapat di alam
seperti plastik dan
aluminium. Sebagian zat
anorganik secara keseluruhan
tidak dapat diuraikan oleh
alam, sedang sebagian
lainnya hanya dapat
diuraikan dalam waktu
yang sangat lama.
Sampah jenis ini
pada tingkat rumah
tangga, misalnya berupa
tas plastik dan
botol kaleng.
Kertas, koran,
dan karton merupakan pengecualian.
Berdasarkan asalnya, kertas,
koran, dan karton
termasuk sampah organik.
Tetapi karena kertas,
koran, dan karton
dapat didaur ulang
seperti sampah anorganik
lain (misalnya gelas,
kaleng, dan plastik),
maka dimasukkan ke dalam
kelompok sampah anorganik.
4. Dampak Sampah bagi Manusia dan
Kehidupan
Kehadiran sampah dalam kehidupan, banyak
membawa dampak yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup makhluk hidup
khususnya manusia sebagai makhluk sosial. Sudah sepatutnya kita sadari bahwa
pencemaran lingkungan akibat banyaknya limbah sampah yang semakin hari semakin
bertambah, membuat kenyamanan akan pentingnya keindahan lingkungan terbebas
dari sampah semakin terganggu. Beberapa dampak yang ditimbulkan dari sampah.
Ø Dampak bagi kesehatan
Kebersihan
lingkungan sangat berarti bagi kesehatan makhluk hidup terutama manusia.
Kesehatan manusia sangat rentan sekali terhadap penyakit yang bisa saja
ditimbulkan dari berbagai hal, salah satunya yaitu dari sampah. Sehingga sering
sekali manusia terjangkit penyakit yang disebabkan oleh kehadiran sampah.
Penyakit itu seperti :
• Penyakit
diare, tifus dapat menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah
dengan pengelolaan yang tidak tepat dapat bercampur dengan air minum.
• Penyakit
Demam Berdarah (DBD), dapat juga meningkat dan menyebar dengan cepat karena
lingkungan yang kumuh dengan banyaknya sampah yang berserakan.
• Penyakit
jamur, dapat juga menyebar karena lingkungan sekitar yang mandi dengan air yang
tidak bersih atau terkontaminasi dengan sampah.
• Penyakit yang
dapat menyebar melalui
rantai makanan. Salah
satu contohnya adalah suatu
penyakit yang dijangkitkan
oleh cacing pita
(taenia). Cacing ini
sebelumnya masuk ke dalam
pencernakan binatang ternak
melalui makanannya yang
berupa sisa makanan/sampah.
• Penyakit
batuk, bisa saja terjadi karena bau tidak sedap yang berasal dari sampah yang
menumpuk.
Ø Dampak terhadap keadaan ekonomi
• Pengelolaan
sampah yang kurang
baik akan membentuk
lingkungan yang kurang menyenangkan bagi
masyarakat: bau yang
tidak sedap dan
pemandangan yang buruk
karena sampah bertebaran
dimana - mana.
• Memberikan
dampak negatif terhadap
kepariwisataan.
• Pengelolaan sampah
yang tidak memadai
menyebabkan rendahnya tingkat
kesehatan masyarakat. Hal penting
di sini adalah
meningkatnya pembiayaan secara
langsung (untuk mengobati orang
sakit) dan pembiayaan
secara tidak langsung
(tidak masuk kerja,
rendahnya produktivitas).
• Pembuangan sampah
padat ke badan
air dapat menyebabkan
banjir dan akan
memberikan dampak bagi
fasilitas pelayanan umum
seperti jalan, jembatan,
drainase, dan lain - lain.
• Infrastruktur lain
dapat juga dipengaruhi
oleh pengelolaan sampah
yang tidak memadai, seperti tingginya
biaya yang diperlukan
untuk pengolahan air.
Jika sarana penampungan
sampah kurang atau
tidak efisien, orang
akan cenderung membuang
sampahnya di jalan. Hal
ini mengakibatkan jalan
perlu lebih sering
dibersihkan dan diperbaiki.
5. Usaha Pengendalian Sampah
Untuk menangani
permasalahan sampah secara
menyeluruh perlu dilakukan
alternatif pengolahan yang benar.
Salah satunya yang bisa diharapkan ialah penciptaan teknologi baru untuk
mengurangi sampah. Kenapa sampah hanya bisa dikurangi bukan dihilangkan ? karena sekuat apapun tenaga manusia dan
secanggih apapun teknologinya, takkan mampu menghilangkan sampah dari
kehidupan. Dengan banyaknya populasi manusia di seluruh belahan bumi, maka
banyak pula tingkat produksi dan konsumsi manusia yang dihasilkan dan dipakai
yang akhirnya terjadilah sampah sebagai bahan yang tidak dipakai kembali. Maka dari itu diperlukanlah sebuah
teknologi alternatif untuk mengurangi sampah. Selain dengan teknologi, kita
juga dapat mencegahnya atau menguranginya melalui kesadaran dari setiap
individu maupun kelompok instansi. Dengan kesadaran itulah yang nantinya akan
menghasilkan prinsip-prinsip yang membangun dan memecahkan masalah yang nantinya akan bermanfaat untuk
menanggulangi terjadinya sampah. Prinsip - prinsip itu jugalah yang nantinya bisa
diterapkan dalam keseharian,
misalnya, dengan menerapkan
Prinsip 4R, yaitu:
o
Reduce
(Mengurangi):
Sebisa mungkin lakukan
minimalisasi barang atau
material yang kita pergunakan.
Semakin banyak kita
menggunakan material, semakin
banyak sampah yang
dihasilkan.
o
Re-use (Memakai
kembali): sebisa mungkin pilihlah
barang - barang yang bisa dipakai
kembali. Hindari pemakaian
barang - barang yang disposable
(sekali pakai, buang).
Hal ini dapat
memperpanjang waktu pemakaian
barang sebelum ia
menjadi sampah.
o
Recycle (Mendaur ulang): Sebisa mungkin,
barang - barang yang sudah
tidak berguna lagi, bisa
didaur ulang. Tidak semua
barang bisa didaur
ulang, namun saat
ini sudah banyak
industri non - formal dan
industri rumah tangga
yang memanfaatkan sampah menjadi barang
lain. Teknologi daur
ulang, khususnya bagi
sampah plastik, sampah
kaca, dan sampah
logam, merupakan suatu
jawaban atas upaya
memaksimalkan material setelah menjadi sampah,
untuk dikembalikan lagi
dalam siklus daur
ulang material tersebut.
o
Replace
( Mengganti): Teliti barang
yang kita pakai
sehari - hari. Gantilah barang barang
yang hanya bisa
dipakai sekali dengan
barang yang lebih
tahan lama. Juga telitilah
agar kita hanya
memakai barang – barang yang
lebih ramah lingkungan,
Misalnya, ganti kantong
keresek kita dengan
keranjang bila berbelanja,
dan jangan pergunakan Styrofoam
karena kedua bahan
ini tidak bisa
didegradasi secara alami.
Selain itu, untuk
menunjang pembangunan yang
berkelanjutan ( sustainable development ), saat ini
mulai dikembangkan penggunaan
pupuk organik yang
diharapkan dapat mengurangi
penggunaan pupuk kimia
yang harganya kian
melambung. Penggunaan kompos
telah terbukti mampu
mempertahankan kualitas unsure
hara tanah, meningkatkan waktu retensi
air dalam tanah,
serta mampu memelihara
mikroorganisme alami tanah
yang ikut berperan
dalam proses adsorpsi
humus oleh tanaman.
Penggunaan
kompos sebagai produk
pengolahan sampah organik
juga harus diikuti
dengan kebijakan dan strategi
yang mendukung. Pemberian
insentif bagi para
petani yang hendak mengaplikasikan pertanian
organic dengan menggunakan
pupuk kompos, akan
mendorong petani lainnya untuk
menjalankan system pertanian
organik. Kelangkaan dan
makin melambungnya harga pupuk
kimia saat ini,
seharusnya dapat dimanfaatkan
oleh pemerintah untuk
mengembangkan system pertanian
organik.
BAB III
METEDOLOGI PENELITIAN
Sampah
merupakan material sisa
yang tidak diinginkan
setelah berakhirnya suatu
proses. Sampah merupakan konsep
buatan manusia, dalam
proses - proses alam tidak
ada sampah, yang
ada hanya produk - produk yang
tak bergerak. Dalam kehidupan
manusia, sampah dalam
jumlah besar datang
dari aktivitas industri (dikenal juga
dengan sebutan limbah),
misalnya pertambangan, manufaktur,
dan konsumsi. Hampir semua
produk industry akan
menjadi sampah pada
suatu waktu, dengan
jumlah sampah yang kira - kira
mirip dengan jumlah
konsumsi.
Upaya yang dilakukan manusia untuk menanggulangi
banyaknya sampah yang hampir setiap harinya terus bertambah, masih belum terealisasi
secara efektif dan efisien. Ini disebabkan karena kurang kesadaran dari
manusianya itu sendiri untuk saling bekerja sama dan saling bahu-membahu untuk
mengatasi masalah sampah yang semakin hari semakin berdampak negatif bagi
lingkungan sekitar.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan
hasil penelitian yang telah saya amati tentang pembahasan mengenai sampah,
dapat disimpulkan bahwa :
1. Sampah
adalah sesuatu yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga lagi dalam hal
penggunaan. Sedangkan pengertian sampah yang lainnya adalah suatu bahan yang
terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas manusia maupun proses alam yang
belum memilki nilai ekonomis. Berdasarkan pengertian tersebut, sampah dapat
didefinisikan sebagai bahan sisa dari kehidupan sehari-hari manusia.
2. Sumber-sumber
sampah yang dihasilkan oleh manusia dapat berasal dari :
1. Rumah tangga
2. Kegiatan komersial: pusat perdagangan, pasar, pertokoan, hotel, restoran,
tempat hiburan, pabrik.
3. Tahanan/penjara,
rumah sakit, klinik, puskesmas.
4. Fasilitas umum:
terminal, stasiun, pelabuhan, bandara,
halte
kendaraan umum, taman, jalan.
5. Industri.
6. Hasil pembersihan
saluran terbuka umum:
sungai,
danau,pantai.
3. Bagian-bagian
sampah dapat meliputi :
1.
Sampah Organik
2. Sampah
Anorganik
4.
Dampak sampah bagi manusia dan kehidupan, meliputi :
1. Dampak bagi kesehatan.
2. Dampak terhadap kehidupan ekonomi.
5. Usaha
menanggulangi sampah dapat dilakukan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1. Reduce (Mengurangi).
2. Re-Use (Memakai Kembali).
3. Recycle (Mendaur Ulang).
4. Replace (Mengganti).
B. SARAN
Cara pengendalian sampah yang paling
sederhana adalah dengan menumbuhkan
kesadaran dari dalam diri untuk tidak
merusak lingkungan dengan sampah. Diperlukan juga kontrol
sosial dari masyarakat untuk bekerja sama dalam menciptakan, menjaga, dan
mengawasi lingkungan sekitar agar tetap bersih, nyaman, dan indah.
Peraturan yang tegas dari pemerintah
juga sangat diharapkan karena jika
tidak maka para perusak
lingkungan akan terus merusak sumber
daya. Selain itu, harus ada inisiatif dari lembaga-lembaga, aparatur pemerintah,
maupun organisasi-organisasi unit desa maupun sekitar lingkungan untuk
mengadakan penyuluhan dalam seminar ataupun dalam acara pelestarian lingkungan
tentang bagaimana memproses sampah-sampah yang begitu banyaknya menjadi sesuatu
yang dapat digunakan kembali, contohnya program 4R ( Reduce, Re-Use, Recycle,
Replace ).
C.
GAMBAR-GAMBAR
PENELITIAN




