SATU TINDAKANMU SANGAT BERARTI BAGI LINGKUNGAN PENCEMARAN SAMPAH DI LINGKUNGAN SEKITAR: Desember 2013

Jumat, 20 Desember 2013

Pencemaran Sampah di Lingkungan Sekitar



MAKALAH
PENCEMARAN SAMPAH DI LINGKUNGAN SEKITAR

Oleh      :      Dian Budiyanto
Npm      :      (52213359)
Kelas     :      1DF04
                     Tugas    :      Ilmu Alamiah Dasar
                   Dosen    : Ir. Sri Wulan Windu Ratih
FAKULTAS EKONOMI & BISNIS
MANAJEMEN KEUANGAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2013



KATA PENGANTAR

          Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah S.W.T., karena berkat rahmat dan karunia-Nya, tugas karya ilmiah ini dapat diselesaikan dengan baik yang berjudul “Pencemaran Sampah di Lingkungan Sekitar”.
       Tugas karya ilmiah ini saya buat dengan tujuan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah ilmu alamiah dasar. Dengan adanya tugas ini, saya berharap semoga tugas karya ilmiah ini dapat memberikan kesadaran bagi generasi muda bahwa sampah yang ada di lingkungan sekitar akan berdampak besar jika tidak ditanggulangi sejak dini dan dapat memberikan informasi bagi semua yang membaca, khususnya bagi mahasiswa dan mahasiswi Universitas Gunadarma.
       Saya mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun  saya agar lebih semangat lagi dalam mengerjakan tugas ke depannya. Terima Kasih.


Depok, Desember 2013

Penulis



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR         i
DAFTAR ISI                  ii
BAB I             PENDAHULUAN
       A. Latar Belakang
       B. Rumusan Masalah
       C. Tujuan Penelitian
       D. Manfaat Penelitian
BAB II            TINJAUAN PUSTAKA
       A. Teori
       1. Pengertian Sampah
       2. Dampak Sampah bagi Manusia dan Kehidupan
       3. Bahaya Sampah bagi Manusia dan Lingkungan
       4. Usaha Pengendalian Sampah
BAB III           METEDOLOGI PENELITIAN
BAB IV           PENUTUP
       A. Kesimpulan
       B. Saran 
       C. Gambar-gambar Penelitian



BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
        Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih menjadi PR besar bagi bangsa Indonesia adalah faktor pembuangan sampah. Sampah telah menjadi sesuatu yang dianggap negatif bagi manusia. Manusia memang dianugerahi Panca Indera yang membantunya mendeteksi  berbagai hal yang dapat mengancam hidupnya. Namun di jaman yang telah modern ini, muncul berbagai macam ancaman dari sampah yang dapat mengganggu kelangsungan hidup manusia dan lingkungan sekitarnya.
       Sifat sampah yang mudah sekali menimbulkan bau busuk, menjadikan lingkungan tidak lagi nyaman dan tidak tarasa bersih. Selain bau busuk yang ditimbulkan, sampah juga dapat menimbulkan berbagai macam penyakit jika tidak ditanggulangi.

B. RUMUSAN MASALAH
       Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah :
1. Apa yang dimaksud dengan sampah ?
2. Darimana saja sampah itu berasal ?
3. Apa saja bagian-bagian sampah ?
4. Bagaimana dampak sampah bagi kehidupan ?
5. Bagaimana cara menanggulangi sampah ?
C. TUJUAN PENELITIAN
        Berdasarkan rumusan masalah diatas, Tujuan dari penelitian ini ditujukan untuk :
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan sampah.
2. Mengetahui darimana saja sampah itu berasal.
3. Mengetahui bagian-bagian dari sampah.
4. Mengetahui dampak sampah bagi kehidupan.
5. Mengetahui cara untuk menanggulangi sampah.

C. MANFAAT PENELITIAN
       Dengan adanya penelitian ini, diharapkan akan memberikan manfaat, yaitu :
Dapat mengetahui keseluruhan tentang sampah, mulai dari pengertiannya sampai dengan cara mengatasi atau menanggulangi sampah disekitar lingkungan masyarakat.





 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. TEORI
1. Pengertian Sampah
       Sampah adalah sesuatu yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga lagi dalam hal penggunaan. Sedangkan pengertian sampah yang lainnya adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memilki nilai ekonomis. Berdasarkan pengertian tersebut, sampah dapat didefinisikan sebagai bahan sisa dari kehidupan sehari-hari manusia.

2. Sumber Sampah
Terdapat beberapa sumber sampah yang harus dikelola, meliputi sampah yang dihasilkan dari:
       1. Rumah tangga
2. Kegiatan komersial: pusat perdagangan, pasar,                   pertokoan, hotel, restoran, tempat hiburan, pabrik.
3. Tahanan/penjara, rumah sakit, klinik, puskesmas.
4. Fasilitas umum: terminal, stasiun, pelabuhan, bandara,              halte kendaraan umum, taman, jalan.
       5. Industri.
6. Hasil pembersihan saluran terbuka umum: sungai, danau,            pantai.

3. Bagian-bagian dari sampah
Ø Sampah  Organik
Sampah  organik  (biasa  disebut  sampah  basah)  dan  sampah  anorganik  (sampah  kering). Sampah  Organik  terdiri  dari  bahan - bahan  penyusun  tumbuhan  dan  hewan  yang  diambil  dari  alam  atau  dihasilkan  dari  kegiatan  pertanian,  perikanan  atau  yang  lain.
Sampah  ini dengan  mudah  diuraikan  dalam  proses  alami.  Sampah  rumah  tangga  sebagian  besar  merupakan  bahan  organik,  misalnya  sampah  dari  dapur,  sisa  tepung,  sayuran  dll.
Ø Sampah  Anorganik
Sampah  Anorganik  berasal  dari  sumber  daya  alam  tak  terbarui  seperti  mineral  dan  minyak  bumi,  atau  dari  proses  industri.  Beberapa  dari  bahan  ini  tidak  terdapat  di  alam  seperti  plastik  dan  aluminium.  Sebagian  zat  anorganik  secara  keseluruhan  tidak  dapat diuraikan  oleh  alam,  sedang  sebagian  lainnya  hanya  dapat  diuraikan  dalam  waktu  yang  sangat  lama.  Sampah  jenis  ini  pada  tingkat  rumah  tangga,  misalnya  berupa  tas  plastik  dan  botol  kaleng.
Kertas,  koran,  dan  karton  merupakan  pengecualian.  Berdasarkan  asalnya,  kertas,  koran,  dan  karton  termasuk  sampah  organik.  Tetapi  karena  kertas,  koran,  dan  karton  dapat  didaur  ulang  seperti  sampah  anorganik  lain  (misalnya  gelas,  kaleng,  dan  plastik),  maka dimasukkan  ke  dalam  kelompok  sampah  anorganik. 




4. Dampak Sampah bagi Manusia dan Kehidupan
       Kehadiran sampah dalam kehidupan, banyak membawa dampak yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup makhluk hidup khususnya manusia sebagai makhluk sosial. Sudah sepatutnya kita sadari bahwa pencemaran lingkungan akibat banyaknya limbah sampah yang semakin hari semakin bertambah, membuat kenyamanan akan pentingnya keindahan lingkungan terbebas dari sampah semakin terganggu. Beberapa dampak yang ditimbulkan dari sampah.
Ø Dampak bagi kesehatan
Kebersihan lingkungan sangat berarti bagi kesehatan makhluk hidup terutama manusia. Kesehatan manusia sangat rentan sekali terhadap penyakit yang bisa saja ditimbulkan dari berbagai hal, salah satunya yaitu dari sampah. Sehingga sering sekali manusia terjangkit penyakit yang disebabkan oleh kehadiran sampah. Penyakit itu seperti :
     Penyakit diare, tifus dapat menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan yang tidak tepat dapat bercampur dengan air minum.
     Penyakit Demam Berdarah (DBD), dapat juga meningkat dan menyebar dengan cepat karena lingkungan yang kumuh dengan banyaknya sampah yang berserakan.
     Penyakit jamur, dapat juga menyebar karena lingkungan sekitar yang mandi dengan air yang tidak bersih atau terkontaminasi dengan sampah.
     Penyakit  yang  dapat  menyebar  melalui  rantai  makanan.  Salah  satu  contohnya  adalah suatu  penyakit  yang  dijangkitkan  oleh  cacing  pita  (taenia).  Cacing  ini  sebelumnya  masuk ke  dalam  pencernakan  binatang  ternak  melalui  makanannya  yang  berupa  sisa  makanan/sampah.
     Penyakit batuk, bisa saja terjadi karena bau tidak sedap yang berasal dari sampah yang menumpuk.
Ø Dampak terhadap keadaan ekonomi

     Pengelolaan  sampah  yang  kurang  baik  akan  membentuk  lingkungan  yang  kurang menyenangkan  bagi  masyarakat:  bau  yang  tidak  sedap  dan  pemandangan  yang  buruk  karena  sampah  bertebaran  dimana - mana.
     Memberikan  dampak  negatif  terhadap  kepariwisataan.

     Pengelolaan  sampah  yang  tidak  memadai  menyebabkan  rendahnya  tingkat  kesehatan masyarakat.  Hal  penting  di  sini  adalah  meningkatnya  pembiayaan  secara  langsung  (untuk mengobati  orang  sakit)  dan  pembiayaan  secara  tidak  langsung  (tidak  masuk  kerja,  rendahnya  produktivitas).

     Pembuangan  sampah  padat  ke  badan  air  dapat  menyebabkan  banjir  dan  akan  memberikan  dampak  bagi  fasilitas  pelayanan  umum  seperti  jalan,  jembatan,  drainase,  dan  lain - lain.

     Infrastruktur  lain  dapat  juga  dipengaruhi  oleh  pengelolaan  sampah  yang  tidak  memadai, seperti  tingginya  biaya  yang  diperlukan  untuk  pengolahan  air.  Jika  sarana  penampungan  sampah  kurang  atau  tidak  efisien,  orang  akan  cenderung  membuang  sampahnya  di  jalan. Hal  ini  mengakibatkan  jalan  perlu  lebih  sering  dibersihkan  dan  diperbaiki.



5. Usaha Pengendalian Sampah
        Untuk  menangani  permasalahan  sampah  secara  menyeluruh  perlu  dilakukan  alternatif pengolahan  yang  benar.  Salah satunya yang bisa diharapkan ialah penciptaan teknologi baru untuk mengurangi sampah. Kenapa sampah hanya bisa dikurangi bukan dihilangkan  ? karena sekuat apapun tenaga manusia dan secanggih apapun teknologinya, takkan mampu menghilangkan sampah dari kehidupan. Dengan banyaknya populasi manusia di seluruh belahan bumi, maka banyak pula tingkat produksi dan konsumsi manusia yang dihasilkan dan dipakai yang akhirnya terjadilah sampah sebagai bahan yang tidak dipakai  kembali. Maka dari itu diperlukanlah sebuah teknologi alternatif untuk mengurangi sampah. Selain dengan teknologi, kita juga dapat mencegahnya atau menguranginya melalui kesadaran dari setiap individu maupun kelompok instansi. Dengan kesadaran itulah yang nantinya akan menghasilkan prinsip-prinsip yang membangun dan memecahkan masalah  yang nantinya akan bermanfaat untuk menanggulangi terjadinya sampah. Prinsip - prinsip  itu jugalah yang nantinya  bisa  diterapkan  dalam  keseharian,  misalnya,  dengan  menerapkan  Prinsip  4R,  yaitu:
o       Reduce  (Mengurangi):  Sebisa  mungkin  lakukan  minimalisasi  barang  atau  material yang  kita  pergunakan.  Semakin  banyak  kita  menggunakan  material,  semakin  banyak  sampah  yang  dihasilkan.

o       Re-use  (Memakai  kembali): sebisa  mungkin  pilihlah  barang - barang  yang  bisa dipakai  kembali.  Hindari  pemakaian  barang - barang  yang  disposable  (sekali  pakai,  buang).  Hal  ini  dapat  memperpanjang  waktu  pemakaian  barang  sebelum  ia  menjadi  sampah.

o       Recycle  (Mendaur  ulang): Sebisa  mungkin,  barang - barang  yang  sudah  tidak berguna  lagi,  bisa  didaur  ulang. Tidak  semua  barang  bisa  didaur  ulang,  namun  saat  ini  sudah  banyak  industri  non - formal  dan  industri  rumah  tangga  yang  memanfaatkan  sampah menjadi  barang  lain.  Teknologi  daur  ulang,  khususnya  bagi  sampah  plastik,  sampah  kaca,  dan  sampah  logam,  merupakan  suatu  jawaban  atas  upaya  memaksimalkan  material  setelah menjadi  sampah,  untuk  dikembalikan  lagi  dalam  siklus  daur  ulang  material  tersebut.
o       Replace  ( Mengganti): Teliti  barang  yang  kita  pakai  sehari - hari.  Gantilah  barang barang  yang  hanya  bisa  dipakai  sekali  dengan  barang  yang  lebih  tahan  lama. Juga  telitilah   agar  kita  hanya  memakai  barang – barang  yang  lebih  ramah  lingkungan,  Misalnya,  ganti  kantong  keresek  kita  dengan  keranjang  bila  berbelanja,  dan  jangan pergunakan  Styrofoam  karena  kedua  bahan  ini  tidak  bisa  didegradasi  secara  alami.
Selain  itu,  untuk  menunjang  pembangunan  yang  berkelanjutan  ( sustainable  development ), saat  ini  mulai  dikembangkan  penggunaan  pupuk  organik  yang  diharapkan  dapat  mengurangi  penggunaan  pupuk  kimia  yang  harganya  kian  melambung.  Penggunaan  kompos  telah  terbukti  mampu  mempertahankan  kualitas  unsure  hara  tanah,  meningkatkan waktu  retensi  air  dalam  tanah,  serta  mampu  memelihara  mikroorganisme  alami  tanah  yang  ikut  berperan  dalam  proses  adsorpsi  humus  oleh  tanaman.
Penggunaan  kompos  sebagai  produk  pengolahan  sampah  organik  juga  harus  diikuti  dengan kebijakan  dan  strategi  yang  mendukung.  Pemberian  insentif  bagi  para  petani  yang  hendak mengaplikasikan  pertanian  organic  dengan  menggunakan  pupuk  kompos,  akan  mendorong petani  lainnya  untuk  menjalankan  system  pertanian  organik.  Kelangkaan  dan  makin melambungnya  harga  pupuk  kimia  saat  ini,  seharusnya  dapat  dimanfaatkan  oleh  pemerintah  untuk  mengembangkan  system  pertanian  organik.



BAB III
METEDOLOGI PENELITIAN

Sampah  merupakan  material  sisa  yang  tidak  diinginkan  setelah  berakhirnya  suatu  proses. Sampah  merupakan  konsep  buatan  manusia,  dalam  proses - proses  alam  tidak  ada  sampah,  yang  ada  hanya  produk - produk  yang  tak  bergerak. Dalam  kehidupan  manusia,  sampah  dalam  jumlah  besar  datang  dari  aktivitas  industri (dikenal  juga  dengan  sebutan  limbah),  misalnya  pertambangan,  manufaktur,  dan  konsumsi. Hampir  semua  produk  industry  akan  menjadi  sampah  pada  suatu  waktu,  dengan  jumlah sampah  yang  kira - kira  mirip  dengan  jumlah  konsumsi. 
Upaya yang dilakukan manusia untuk menanggulangi banyaknya sampah yang hampir setiap harinya terus bertambah, masih belum terealisasi secara efektif dan efisien. Ini disebabkan karena kurang kesadaran dari manusianya itu sendiri untuk saling bekerja sama dan saling bahu-membahu untuk mengatasi masalah sampah yang semakin hari semakin berdampak negatif bagi lingkungan sekitar.




BAB IV
PENUTUP

A.      Kesimpulan
       
Berdasarkan hasil penelitian yang telah saya amati tentang pembahasan mengenai sampah, dapat disimpulkan bahwa :
1.  Sampah adalah sesuatu yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga lagi dalam hal penggunaan. Sedangkan pengertian sampah yang lainnya adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memilki nilai ekonomis. Berdasarkan pengertian tersebut, sampah dapat didefinisikan sebagai bahan sisa dari kehidupan sehari-hari manusia.
2.  Sumber-sumber sampah yang dihasilkan oleh manusia dapat berasal dari :
1. Rumah tangga
2. Kegiatan komersial: pusat perdagangan, pasar,                       pertokoan, hotel, restoran, tempat hiburan, pabrik.
3. Tahanan/penjara, rumah sakit, klinik, puskesmas.
4. Fasilitas umum: terminal, stasiun, pelabuhan, bandara,      
    halte kendaraan umum, taman, jalan.
5. Industri.
6. Hasil pembersihan saluran terbuka umum:
sungai, danau,pantai.
3.  Bagian-bagian sampah dapat meliputi :
1.  Sampah Organik
2.  Sampah Anorganik

4. Dampak sampah bagi manusia dan kehidupan, meliputi :
       1. Dampak bagi kesehatan.
       2. Dampak terhadap kehidupan ekonomi.
5. Usaha menanggulangi sampah dapat dilakukan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut :
    1. Reduce (Mengurangi).
    2. Re-Use (Memakai Kembali).
    3. Recycle (Mendaur Ulang).
    4. Replace (Mengganti).

B.   SARAN

         Cara pengendalian sampah yang paling sederhana adalah  dengan menumbuhkan kesadaran dari dalam diri untuk tidak  merusak lingkungan  dengan  sampah. Diperlukan  juga  kontrol sosial dari masyarakat untuk bekerja sama dalam menciptakan, menjaga, dan mengawasi lingkungan sekitar agar tetap bersih, nyaman, dan indah. Peraturan  yang tegas dari pemerintah juga sangat diharapkan  karena  jika  tidak  maka para perusak lingkungan akan  terus merusak sumber daya. Selain itu, harus ada inisiatif dari lembaga-lembaga, aparatur pemerintah, maupun organisasi-organisasi unit desa maupun sekitar lingkungan untuk mengadakan penyuluhan dalam seminar ataupun dalam acara pelestarian lingkungan tentang bagaimana memproses sampah-sampah yang begitu banyaknya menjadi sesuatu yang dapat digunakan kembali, contohnya program 4R ( Reduce, Re-Use, Recycle, Replace ).


C.         GAMBAR-GAMBAR PENELITIAN